Publish : 15 Mei 2016

Dana Desa Dan Transformasi Berdesa

Kehadiran UU No.6 Tahun 2014, diyakini banyak kalangan, terutama masyarakat desa, sebagai produk hukum satu-satunya yang membela desa. Undang-undang ini menunjukkan standing position negara yang sebenarnya terhadap desa. Sebelumnya, tidak pernah ada trobosan hukum yang berani berada di garis depan membela desa. Adapun produk hukum sebelumnya yaitu UU No.5/1979 tentang Desa dibuat Orde Baru, hanya menghasilkan keganasan rezim sentralisasi atas desa. Desa diseragamkan dan dijadikan obyek segala bentuk kebijakan pemerintah yang dikendalikan Jakarta.

Kebijakan top down dan perencanaan dari atas masuk ke desa, mulai dari program KUD (Koperasi Unit Desa), Revolusi Hijau sampai dengan Inpres Desa Tertinggal (IDT). Program-program tersebut gagal melahirkan transformasi desa menjadi desa yang mandiri, maju dan sejahtera. Program revolusi hijau sendiri sebenarnya merupakan program monumental dari hasil pemikiran William Gaud (1968) yang meniru masifnya perubahan pertanian di Mexiko 1945. Waktu itu, revolusi pertanian Mexiko dijalankan dengan memperkuat riset terhadap bibit unggul, intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian serta peningkatan infrastruktur pertanian. Hasilnya pada tahun 1956 Mexiko memenuhi kebutuhan gandum domestik dan bahkan sebagiannya dicadangkan untuk musim paceklik. Program Revolusi Hijau kemudian diadopsi Orde Baru menjadi program prioritas di bidang pertanian.

Banyak studi menunjukan bahwa program-program tersebut gagal, karena masyarakat desa hanya dijadikan sebagai obyek dan akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, petani mengalami keterasingan dari lahan pertaniannya sendiri. Studi Hans Antlov (2003) yang kemudian menjadi buku monumental dengan judul “Negara Dalam Desa-Patronase Kepemimpinan Lokal” menunjukkan bahwa proyek menjadikan desa sebagai obyek, juga menghasilkan desa yang mengalami desakralisasi politik yang memberikan keleluasaan terhadap negara mencaplok sumberdaya desa untuk kepentingan kekuasaan. Selengkapnya [silahkan download ver. pdf]

DOWNLOAD FILE
Dana Desa Dan Transformasi Berdesa
Posts by : Gregorius Sahdan

NEWSLETTER

Subscribe untuk menerima setiap artikel terbaru via email

TENTANG KAMI
PSDA | PUSAT STUDI DESA DAN ADAT

PSDA ( Pusat Studi Desa dan Adat ) adalah lembaga yang memiliki dedikasi dan berkarya untuk menyemai pengetahuan, melakukan edukasi pada kebijakan serta menginspirasi gerakan, demi menjunjung martabat Desa dan Adat.

  • Sutoro Eko Yunanto

  • Fatih Gama Abisono

  • Gregorius Sahdan

  • Widati

  • Siska Kusuma Wardani

  • Ade Chandra

  • Syahrul Aksa

  • Fajar Sidiq

  • Tri Agus Susanto